Administrasi Gereja Baru (Sebuah Model Pengelolaan Gereja Baru)
Pemodelan baru pengelolaan gereja ini didasarkan pada pendekatan Alkitabiah, teologis, metodolosis, filoshopis, dll yang merupakan sifat dasar dari model ini, yakni sinegitas keilmuan, keahlian, pendekatan yang memungkinkan gereja memiliki daya mengerjakan perupaan gereja yang bertentangan dengan kehendakNya.
Model Administrasi Baru tidak dimaksudkan menjadi pengganti mata kuliah manapun, namun menjadi rumah besar integrasi semua ilmu yang memungkinkan implementasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan tentu berhasil sepenuhnya dalam pengertian apa yang dikehendaki Allah.
Penamaan Administrasi Gereja Baru sengaja diperlawankan dengan konsep atau model Administrasi Gereja Lama yang banyak digunakan atau memandu jalannya pengelolaan gereja. Dalam blog ini, akan disharingkan 6 dimensi Administrasi Gereja Baru (AGB) yang dapat memberi kerangka konseptual menjawab luasan dan kedalaman ruang lingkup AGB.
Pertama, pembaca akan berkenalan dengan dimensi Alkitabiah, Teologi, Doktrin Gereja Baru, Kedua, Dimensi Kebijakan Gereja Baru. Ketiga, Ketiga, Dimensi Kepemimpinan dan Manajemen Gereja Baru, Ke-empat Dimensi Organisasi Gereja Baru, Ke-lima, Dimensi Ekologi Administrasi Gereja Baru. Ke-enam Dimensi Kinerja Administrasi Gereja Baru.
Ke-enam dimensi AGB tersebut menjadi payung utama dalam membaca semua capaian kinerja pengelolaan gereja, utamanya melalui payung dimensi evaluasi kinerja. Sifat kebaharuan pendekatan AGB tidak didasarkan pada pembaharuan yang terlepas dari konteks pembaharuan gereja yang dikerjakan okleh Roh Kudus sebagai jiwa atau roh pembaharuan itu sendiri.
Dalam tulisan-tulisan lanjutan, pembaca dapat mempelajari lebih lanjut semua ABCnya Administrasi Gereja Baru.
Admin
Komentar
Posting Komentar